Pambudi Prasetyo
Aku mengenalnya ±6bulan lalu.
Cowo yang kalem dan pendiam menurutku. Cowok yang bisa diajak bercanda dan mau berbagi susah dan senang bersama teman-temannya. Cowo yg tak pernah ku kira akan mengisi hari-hari kosongku setelah kepergian dirinya.
Ya, singkat cerita dia (ribqi) memutuskan untuk berpisah denganku beberapa bulan yang lalu. Awalnya aku menolak, karna mungkin sayangku yang tak ada habis untuknya. Tapi akhirnya awal Desember aku menyerah mempertahankan semuanya...
Disinilah awal kedekatanku dengan dirinya, dia yang begitu baik dan sabar. Membantuku melewati hari-hari sulitku selepas kepergian dirinya. Dia yang mengembalikan semangatku. Dan dia juga yang memberikan ku rasa yang sudah lama tak ku rasakan.
Ya, aku jatuh hati padanya.
Dia baik dan mau mengulurkan tangannya padaku. Membawa ku untuk terus melangkah.
Hanya saja sifatnya yang membuatku lemah untuk slalu dengannya. Aku memilih untuk mundur dan melepaskan semua rasaku.
“Bukan maksudku mempermainkan hatimu. Hanya saja aku takut untuk memulai lagi. Bukan maksudku menyesatkanmu dalam labirin hatiku. Namun ini yang terbaik untuk kita”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar